Berdagang Dengan Allah

 🐝 *Setetes Madu* 

03 Oktober 2020/ 15 Safar 1442 H


*Berdagang dengan Allah*


Sahabat, pernah pada suatu ketika Kota Madinah mengalami panceklik yang sangat parah karena kemarau yang berkepanjangan.  Tumbuh-tumbuhan dan hewan banyak yang mati. Masyarakat Madinah banyak yang mengalami kelaparan. 

Pada saat situasi gawat seperti itu, datanglah rombongan kafilah dari negeri syam membawa barang dagangan yang sebagian besar berupa makanan. Rupanya barang dagangan itu kepunyaan Usman bin Affan. 

Melihat kafilah tersebut, para pedagang Madinah berdatangan ingin membeli barang dagangan tersebut dan menjualnya kembali ke masyarakat Madinah dengan harga yang tinggi. Mereka pun menawarkan harga ke Usman bin Affan dengan harga tiga kali lipat dari harga pembeliannya. 

Tetapi Usman bin Affan menolak tawaran para pedagang yang menggiurkan itu. Dengan lembut umar berkata, "Maafkan saya barang dagangan itu telah terjual dengan harga yang lebih mahal dari itu."

"Wahai sahabat, siapakah orang yang telah membeli barang daganganmu dengan harga sangat tinggi itu?", tanya para pedagang. 

Usman menjawab dengan singkat, "Allah Swt". Dengan keheranan para pedagang bertanya, " Bagaimana caranya Allah memberi keuntungan kepada kamu?".

Usman bin Affan menjawab, "Allah menjanjikan kepadaku keuntungan 700 kali lipat, tidakkah kalian ingat janji Allah di dalam alquran. *Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, tak ubahnya sebutir biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Pada masing-masing tangkai terdapat 100 butir biji*." (QS Albaqorah ayat 261).

Dengan rasa takjub para pedagang itu bertanya, "Apakah engkau akan sedekahkan barang dagangan yang sangat banyak ini?". Usman pun menjawab, " Benar, seluruhnya aku sedekahkan kepada masyarakat yang menderita karena panceklik yang parah ini."

Semoga Bermanfaat

Selamat beraktiftas, sahabat. Sisipkanlah satu kegiatan berdagang dengan Allah Swt. Jika tidak ada uang, sebarkan saja setetes madu ini ke grup-grup yang kita ikuti. Insya Allah 1 grup bernilai 700.


Wallahu'alam

Semoga Allah Swt menerima segala amal baik kita, meridhoi dan memberkahi kehidupan yang kita jalani.. Aamiin yaa robbal alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyebut, Nyebut!

Santai, Karena Masa Lalu Sudah Berlalu dan Masa Depan Hanya Allah yang Tahu

Merawat Hati