Gak Apa-apa Sedikit yang Penting Berkualitas
π *Setetes Madu*
26 November 2020/ 10 Rabiul Akhir 1442 H
Sahabat, kita tahu bahwa jumlah yang banyak bukan jaminan dapat mengungguli yang sedikit.
Tetapi, masih banyak diantara kita yang terpikat dan bangga dengan kuantitas dan melalaikan kualitas.
Kita sering merasa bangga dengan jumlah yang banyak, dan meremehkan jumlah yang sedikit.
Misal, ketika beramal akhirat. Kita lebih merasa mantap jika dapat membaca dzikir beribu-ribu kali hingga meninggalkan urusan dunia yang juga bisa bermanfaat untuk kehidupan akhirat kita.
Hal itu sebenarnya sah-sah saja. Tetapi, jika ada amalan yang sedikit namun lebih berkualitas alangkah lebih baiknya jika kita mengamalkan yang lebih berkualitas itu.
Allah Swt sendiri mengatakan bahwa kehidupan ini diciptakan sebagai ladang ujian untuk mengetahui amalan kita yang TERBAIK, bukan yang TERBANYAK.
"(Allah Swt) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang LEBIH BAIK amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS.Almulk, ayat 2)
Rasulullah saw sendiri pernah menegur istrinya agar beramal dengan yang sedikit namun berkualitas.
Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Saw keluar dari sisinya untuk sholat subuh di masjid.
Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah Saw bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.”
Maka Rasulullah Saw bersabda "Sungguh, aku telah mengucapkan empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan mengunggulinya, yakni: “Subhanallah wa bihamdih ‘adada khalqih, wa ridhaka nafsih, wa ziinata ‘Arsyih, wa midada kalimatih’"(HR. Muslim, no. 2726)
Begitu pun untuk urusan dunia, misal dalam hal yang diantara kita masih meremehkannya yaitu makan.
Kita sering merasa puas dengan makan banyΓ k, dan bangga dapat makan beraneka makanan. Padahal, makan terbaik adalah yang cukup dengan menu yang TERBAIK.
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS.Albaqarah, ayat 172).
Maka, gak apa-apa jika setiap hari kita hanya dapat berdzikir pagi dengan empat kata. Yang penting berkualitas.
Begitupun, gak apa-apa juga, andai setiap hari kita hanya makan tempe, ikan teri, dan sayur. Yang penting itu halal, dan para pakar kesehatan mengatakan itu adalah menu yang berkualitas gizinya.
Wallahu'alam
Selamat beraktifitas, sahabat.
Semoga Allah Swt senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita, sehingga kita senantiasa dapat meningkatkan kualitas diri kita menjadi lebih baik..
Aamin yaa robbal alamin
Komentar
Posting Komentar