Mengasah Diri
🐝 *Setetes Madu*
20 Januari 2021/ 6 Jumadil Akhir 1442 H
Sahabat, ada cerita sederhana namun kaya makna. Cerita ini fiktif, namun sangat inspiratif.
Di sebuah hutan ada perusahaan kayu yang memiliki lahan luas dan banyak pohon yang siap untuk ditebang.
Perusahaan itu membutuhkan seorang penebang pohon. Setelah membuka lowongan, seorang pekerja pun didapatkan. Namun ia belum memiliki pengalaman bekerja.
Setelah sepakat dengan gaji dan ketentuan kerja lainnya, Manajer perusahaan memberinya sebuah kapak untuk menebang pohon.
Keesokan harinya ia mulai bekerja menebang pohon menggunakan kapak baru dari Manajer perusahaan. Pada hari itu ia berhasil menebang 10 pohon.
Mengetahui itu sang Manajer sangat senang dan memberikan pujian. Si pekerja itu pun bahagia mendapat pujian dari pimpinannya.
Keesokannya, ia kembali bekerja dengan semangat. Namun sayang hasil yang didapat tidak lebih baik dari yang kemarin, ia hanya dapat menebang 7 pohon.
Pada hari berikutnya pun ia tidak mendapatkan seperti hari pertama, bahkan lebih buruk, ia hanya mendapatkan 5 pohon.
Begitu seterusnya, meski sudah berusaha keras ia tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia bingung, memikirkan hasil kerjanya yang menurun padahal sudah berusaha keras.
Akhirnya ia menceritakan hal itu ke Manajer nya. Setelah mendengar keluhannya, sang Manajer bertanya "Kapan terakhir kali kamu mengasah kapakmu?"
Si pekerja menjawab, 'Saya tidak pernah mengasahnya, karena saya tidak punya waktu untuk melakukannya."
"Itu masalahnya, kapakmu perlu diasah agar tetap tajam sehingga bisa menebang pohon dengan baik. Kamu harus meluangkan waktu untuk mengasahnya." Kata Manajer menasehati bawahannya.
Sahabat, dari cerita itu kita dapat mengambil pelajaran yaitu sesibuk apapun kita hendaknya dapat meluangkan waktu untuk mengasah kemampuan diri, terutama keimanan kita.
Ketika kita abai mengasah diri, kemampuan kita pasti menurun. Ketika kita dapat meluangkan waktu untuk membaca Alquran 30 menit setiap hari, pasti keimanan kita akan terasah dan meningkat.
Ketika kita meluangkan waktu 15 menit untuk membaca buku, pasti wawasan dan keilmuan kita akan meningkat dan berdampak positif terhadap kinerja kita.
Apalagi jika kita luangkan waktu satu hari untuk mengikuti dauroh, kajian, seminar atau pelatihan. Pasti qolbu, akal, pikiran, dan kemampuan kita akan terasah dan tercerahkan.
Tetapi jika kita tidak pernah meluangkan waktu untuk melakukan itu semua, maka qolbu, akal, pikiran, dan kemampuan kita akan mirip kapak si penebang pohon itu, tumpul hingga minim hasil.
Umumnya kita enggan mengasah diri alasannya tidak punya waktu, padahal itu hanyalah dalih untuk menutupi kekurangrapihan diri dalam mengatur waktu. Bukan karena ketidaktahuan seperti si penebang pohon itu.
Wallahu'alam.
Selamat beraktifitas, sahabat.
Semoga Allah Swt memberkahi waktu kita sehingga kita dapat meluangkan waktu untuk meningkatkan takwa kita kepadanya.. Aamin yaa robbal alamin.
Komentar
Posting Komentar