Postingan

Tidak Ada Alasan untuk Membela Pelaku Kedzaliman Besar

 🐝 *Setetes Madu*  30 September 2020/ 12 Safar 1442 H *Tidak Ada Alasan untuk Membela Pelaku Kedzaliman Besar* Sahabat, tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa adalah kedurhakaan dan kedzaliman luar biasa yang melebihi kedzalimannya Iblis laknatullah.  Sedzalim-dzalim dan sesesat-sesatnya Iblis laknatullah, ia masih mengakui keberadaan dan kemahakuasaan Allah Swt. Sebagaimana dikisahkan dalam Alquran.  Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS.Shad ayat 83). Dan membunuh orang lain tanpa hak, tanpa dasar hukum, juga merupakan kedzaliman besar. Membunuh satu orang dosanya sama seperti membunuh manusia seluruhnya. Allah Swt berfirman :   “...barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya." (QS. Almaidah ayat 32)  Tidak mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa dan membunuh ...

Juha yang Terpedaya

 🐝 *Setetes Madu*  29 September 2020/ 11 Safar 1442 H *Juha yang Terpedaya, Kitakah Juha?* Sahabat, di dalam Alquran surat lukman ayat 33 Allah Swt memperingatkan kita agar waspada terhadap tipu daya dunia dan setan.  "Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah." (QS.Lukman ayat 33). Tetapi, pada zaman now banyak manusia yang terpedaya oleh dunia. Bahkan tidak sedikit yang tidak sadar jika dirinya sedang diperdaya.  Ada sebuah ilustrasi menarik dari Jalaludin Rahmat dalam bukunya "Reformasi Sufistik" yang menggambarkan manusia yang terpedaya (tertipu) tetapi tidak sadar jika dirinya sedang diperdaya.  "Pada suatu hari Juha berangkat ke pasar mengendarai keledainya. Setibanya di pasar, ditambatkannya keledainya itu dengan seutas tali. Tanpa ia ketahui, di belakangnya ada dua orang pencuri. Begitu Juha masuk pasar, salah seorang...

Hidup Hanya Ujian

 🐝 *Setetes Madu*  28 September 2020/ 10 Safar 1442 H *Hidup Hanya Ujian* Sahabat, pada hakikatnya hidup ini adalah ujian. Semua hal yang kita rasa, lihat, dengar, pikirkan, dan hasilkan merupakan ujian yang Allah Swt berikan.  Ujian bukan hanya kesulitan hidup dan penderitaan. Mendapatkan istri cantik, anak pintar, rupiah melimpah, jabatan strategis, makanan enak, dan kebahagiaan lainnya juga ujian.  Secara garis besar, ulama menyebutkan bahwa Allah Swt meletakkan ujian pada dua jalur yaitu jalur habblumminallah (hubungan dengan Allah) dan habbluminannas (hubungan dengan manusia).  Ujian di kedua jalur tersebut akan ada dan semakin bertambah seiring bertambahnya kualitas diri dan keimanan kita kepada Allah Swt.  Karena hanya itulah tujuan Allah Swt menciptakan ujian di kehidupan kita. Yaitu untuk menaikkan kualitas diri kita. Sebagaimana firman nya :  *"Maha Suci Allah Yang di tangannyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang...

Dua Resep Memanjakan Tubuh yang Mudah dan Barokah

 🐝 *Setetes Madu*  27 September 2020/ 9 Safar 1442 H *Dua Resep Memanjakan Tubuh yang Mudah dan Barokah* Sahabat, selama enam hari tubuh kita beraktifitas guna memenuhi kebutuhan hidup atau tuntutan profesi. Pastinya, yang lelah bukan hanya tangan, kaki, dan hati. Pikiran pun mengalami kelelahan.  Lelahnya tubuh masih lebih baik daripada lelahnya pikiran. Karena, mayoritas orang sakit disebabkan oleh pikiran. Minimal, karena pikiran lambung jadi bermasalah.  Di dalam pengobatan klasik, pikiran yang berlebih dapat melukai lambung. Ketika lambung bermasalah, pengolahan dan pendistribusian makanan ke seluruh tubuh pun menjadi terganggu. Karenanya orang yang lambungnya bermasalah, jumlah darahnya minimalis baik kualitas maupun kuantitasnya.  Karena itu, manfaatkanlah akhir pekan ini untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Manjakanlah mereka dengan sesuatu yang dapat menyegarkan, menenangkan, hingga menguatkan mereka.  Tidak perlu mahal. Bisa kita gunakan dua...

Cara Mudah Melanggengkan Cinta

 🐝 *Setetes Madu*  26 September 2020/ 8 Safar 1442 H *Cara Mudah Melanggengkan Cinta* Sahabat, setiap kita pastinya ingin dicintai. Seseorang akan bahagia jika mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya. Seorang anak akan tumbuh dengan baik karena bahagia dengan cinta dari kedua orang tuanya.  Cinta menjadikan hidup lebih hidup. Sesulit apapun keadaannya, terasa mudah. Seberat apapun rintangan kehidupan, terasa ringan. Bagaimanapun lelahnya beraktifitas dapat hilang seketika. Kesemuanya itu karena adanya cinta dari orang-orang sekitar kita.  Begitulah kedahsyatan cinta dari sesama hamba. Bagaimana dengan cinta dari sang Mahapencipta, sang pengatur, dan yang menentukan seluruh kehidupan ini?.  Pastinya cinta dari sang Mahapengasih dan Mahapenyayang lebih dahsyat kekuatan dan dampaknya bagi kehidupan kita. Jika seorang hamba telah dicintainya, siapapun tidak dapat menghalangi kebahagiaan hatinya.  Cinta Allah Swt akan melanggengkan cinta diantara hambanya...

Penggombal Agama

🐝 *Setetes Madu*  25 September 2020/ 7 Safar 1442 H *Penggombal Agama* Sahabat, berbicara sangatlah mudah. Sekadar mengaku pun lebih mudah daripada membuktikannya dengan perbuatan.  Sedikit sekali orang yang perkataan dan perbuatannya sejalan. Baik perkataan yang terucap oleh lisan maupun yang terucap di dalam hati.  Seperti para pria penggombal yang merayu para wanita  dalam kemaksiatan (Pacaran). Mengaku cinta dan sayang, tetapi ketika diminta untuk membuktikan cintanya dengan meminang sang wanita ia enggan melakukan nya.  Begitu pun dalam urusan agama, tidak sedikit yang menjadi penggombal alias pendusta.  Hatim al Ashom رحمه الله mengatakan  siapa yang mengaku tiga perkara tanpa pembuktian dengan tiga perkara maka dia telah berdusta yaitu :  *"Pertama, siapa yang mengaku, mencintai Alloh tanpa pembuktian sikap wara’ (menahan diri) dari perkara yang diharamkan Alloh, maka dia PENDUSTA.  Kedua, siapa yang mengaku, mendamba surga tanpa dibu...

Tulisan Akan Menjadi Saksi

Sahabat, kelak kita akan dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang telah kita kerjakan di dunia fana ini. Sang Pencipta dunia akan mempertanyakan dan membuka seluruh perbuatan kita dengan detail, sangat teliti, dan tidak satu pun yang terlewat.  Walaupun perbuatan kita hanya sebiji sawi, atau seukuran virus Corona, tetap akan dibuka dan dimintakan pertanggungjawaban nya oleh sang hakim yang tidak bisa di sogok.  Di dunia saja, amalan kita bisa dilacak dengan sangat mudah. Setiap pernyataan, gambar atau tulisan kita di sosial media menjadi jejak digital yang mudah untuk dikonfirmasi.  Apalagi di akhirat kelak. Kalaulah di dunia jejak digital kita bisa kita hapus. Tetapi, catatan di buku amal kita akan tetap ada selama kita belum bertaubat. Dan kelak akan dibuka di hadapan Allah Swt untuk menerima balasannya. menjadi Karenanya, hendaknya kita berbuat yang benar baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Isilah akun sosial media kita dengan tulisan yang benar dan bermanfaat...