Kita Harus Marah dan Bangga Mendengar Rasulullah Dihina, Karena Inilah Alasan Mereka Memusuhi Sang Nabi

 🐝 *Setetes Madu, Edisi Bela Rasulullah*


29 Oktober 2020/  12 Rabiul Awal 1442 H


Sahabat, siapa yang tidak kenal dengan Nabi Muhammad Saw. Seorang yang namanya selalu disebut di bumi ini, sedikitnya sepuluh kali dalam sehari namanya diagungkan bersama seruan mendirikan Sholat. 

Orang-orang beriman yang mendengarnya pun bersegera memenuhi seruan tersebut. Maka, pantaslah Michael H Hart dalam bukunya "The 100" memasukkan baginda Rasulullah Saw sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. 

"Ia satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi,”  Kata Michael H Hart menyanjung Muhammad Rasulullah Saw. 

Karena begitu luar biasa pengaruhnya, hingga membuat orang-orang bodoh berhati rusak dengki kepadanya, hingga memusuhinya.  Mereka tidak mampu menyaingi kesuksesan Rasulullah Saw. 

Sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah menghina, menjelekkan, mencaci, memfitnah, dan mengintimidasi serta mendiskriminasikan para pengikutnya. 

Ketika Rasulullah Saw hidup pun, para pemimpin kaum kafir Quraisy selalu menghina, memusuhi, hingga ingin membunuhnya. Padahal mereka yang memberi gelar "Al-amin" kepada Muhammad Saw. 

Lantas, mengapa mereka memusuhi Rasulullah Saw padahal mereka sangat mengenal  pribadi Muhammad Saw yang jujur, terpercaya (Al-amin). 

Abu jahal, dedengkot Quraisy yang sangat memusuhi Rasulullah Saw pernah ditanya oleh keponakannya. 

"Wahai pamanku, apakah kalian menuduh Muhammad itu berdusta sebelum ia mengatakan apa yang dia katakan sekarang ini?”

“Wahai anak saudariku, demi Allah! Sungguh sewaktu Muhammad masih seorang pemuda, ia digelari al-amin (yang terpercaya) di tengah-tengah kami. Kami sama sekali tak pernah mencoba menyebutnya berdusta,” kata Abu Jahal.

Keponakannya kembali bertanya, “Wahai paman, mengapa kalian tidak mengikutinya?”

Abu Jahal menjawab, “Keponakanku, kami dan bani Hasyim selalu bersaing dalam masalah kemuliaan. Jika mereka memberi makanan, kami juga memberi makanan. Jika mereka menjamu dengan minuman, kami juga demikian. Jika mereka memberi perlindungan, kami juga melakukannya. 

Sampai-sampai kami sama-sama duduk di atas hewan tunggangan untuk berperang, kami (dan bani Hasyim) sama dalam kemuliaan. Kemudian mereka mengatakan, '"Di kalangan kami ada seorang Nabi (Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)" Lalu kapan kabilahku bisa menyamai kemuliaan ini?”

Dalam kisah yang lain disebutkan, pada Perang Badar, al-Akhnas bin Syuraiq bertanya kepada Abu Jahal, “Abul Hakam (sebutan Abu Jahal di tengah kafir Quraisy), beritahu aku tentang Muhammad. Apakah ia orang yang jujur atau pendusta? Karena di sini tak ada seorang Quraisy pun selain aku dan engkau yang mendengar pembicaraan kita.”

Abu Jahal menjawab, “Celaka engkau! Demi Allah, sungguh Muhammad itu seorang yang jujur. Dia sama sekali tak pernah berbohong. Tapi, kalau anak-anak Qushay dengan al-liwa’ (mengatur urusan perang), hijabah (memegang kunci Ka’bah dan pengaturannya), siqayah (memberi jamaah haji minum), dan juga nubuwwah (kenabian), Quraisy yang lain kebagian apa?” (Ibnul Qayyim, Hidayatul Hayara, Hal: 50-51).

Jadi, sesungguhnya orang-orang yang selalu menghina dan memusuhi Rasulullah Saw bukan tidak mengenal kepribadian Rasulullah Saw yang luhur, yang jujur, melainkan karena mereka khawatir kedudukannya tersingkir. 

Begitupun dengan orang-orang zaman sekarang yang selalu menghina Rasulullah Saw dan memusuhi pengikutnya, bukan mereka tidak tahu tentang bukunya Michael H Hart dan ilmuwan lainnya yang jujur menyanjung Muhammad Saw beserta ajarannya. 

Mereka hanya tidak mampu menyaingi kemuliaan Muhammad Saw beserta ajarannya dan khawatir Ummatnya akan kembali menguasai dunia dengan rahmatan lil alamiin. 

Karenanya, sebagai ummatnya, kita berhak marah mendengar Nabi yang Kita Cintai dihina oleh Presiden Perancis dan lainnya, tetapi kita juga harus bangga karena penghinaan mereka adalah bukti kebenaran dan kemuliaan Rasulullah Muhammad Saw. 

Wallahu'alam

Selamat Berlibur, Sahabat. 

Semoga di Akhirat nanti kita bisa bertemu dengan Rasulullah Saw..

 Allohumma Shollu alaih.. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyebut, Nyebut!

Yaa Allah Engkaulah Hambaku dan Akulah Tuhanmu

Virus Ini Lebih Harus Kita Waspadai