Dia Beruntung, Mereka Bangkrut
🐝 *Setetes Madu*
19 November 2020/ 03 Rabiul Akhir 1442 H
Sahabat, mungkin kita pernah atau sering melihat orang yang ketika disakiti, difitnah, atau dizalimi tidak membalas. Lantas, kita menilai orang itu "Payah, lemah, kalah atau bodoh".
Padahal, apa yang kita lihat hanyalah hal yang tersurat. Hal yang tersiratnya, bisa jadi dia yang beruntung dan mereka yang menyakiti adalah orang yang bangkrut.
Hal itu sebagaimana hadis dari Rasulullah Saw yang mengajari para sahabatnya tentang hakikat bangkrut :
Suatu ketika, Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?." Para sahabat yang ada ketika itu menjawab "Orang yang bangkrut adalah orang yang kehilangan harta benda miliknya."
Rasulullah Saw berkata, “Bukan, orang yang demikian bukanlah orang yang bangkrut,” Lalu Rasulullah Saw melanjutkan, “Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasanya, pahala zakatnya, dan pahala hajinya, tetapi ketika semuanya akan ditimbang, datanglah orang orang yang mengadu."
“Yaa Alloh, dahulu orang ini pernah menuduhku berbuat sesuatu perbuatan tercela padahal aku tidak melakukannya." Lalu Allah Swt memerintahkan orang yang diadukannya itu untuk membayar orang yang mengadu itu dengan sebagian pahalanya.
Dan selanjutnya datang lagi orang berikutnya yang mengadu, “Yaa Alloh, dahulu hakku pernah diambil dengan sewenang wenang oleh orang ini.“ Lalu Alloh Swt menyuruh lagi membayar hak yang pernah diambilnya itu dengan pahala amal soleh yang pernah dikerjakannya.
Kemudian datang lagi orang yang mengadu sampai seluruh pahala shalat, puasa, zakat, dan hajinya habis dipakai untuk membayar orang orang yang mengadu yang pernah dituduh tanpa bukti, pernah dirampas haknya, pernah disakiti, pernah dihina, pernah dianiaya, dan sebagainya. Semua dibayarkan sampai tak tersisa lagi pahala amal baiknya.
Tapi ternyata masih datang juga orang yang mengadu, Alloh SWT memutuskan untuk memindahkan dosa kejahatan yang pernah dilakukan oleh yang mengadu itu kepadanya. Sehingga jadilah dia memiliki beban dosa, bukannya pahala.
Rasulullah Saw melanjutkan, “Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan menyakiti hati mereka“.
Dalam hadis lain disebutkan :
".......Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa amal shalat, puasa, dan zakat, namun ia telah mencela orang, menuduh orang berzina, memakan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang. (Orang) ini diberi (amal) kebaikannya dan yang ini diberi dari kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) tanggungannya, dosa-dosa mereka (yang dizalimi) diambil lalu ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)
Maka, ketika kita melihat orang yang disakiti atau dizalimi diam, tidak membalas. Pantaslah jika kita katakan "Dia beruntung, mereka bangkrut."
Atau jika kita yang terzalimi bisa kita ucapkan "Kasihan mereka, saya beruntung mereka bangkrut."
Wallahu'alam
Selamat Beraktifitas, Sahabat.
Semoga Allah Swt senantiasa memberikan hidayah, taufik, maghfirah, dan rahmatnya kepada kita sehingga kita senantiasa mampu menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.. Aamin yaa robbal alamin.
Komentar
Posting Komentar