Normalkah Kita?
๐ *Setetes Madu*
12 November 2020/ 26 Rabiul Awal 1442 H
Sahabat, waktu kecil kita gemar bermain. Tiada hari kita lalui tanpa bermain bersama teman-teman sepermainan.
Ketika musim permainan tertentu, kita pun berusaha memilikinya. Seperti, kelereng. Ketika sedang musimnya, kita semua pasti memiliki permainan yang juga biasa kita sebut "gundu" itu.
Kemana pun pergi, kita selalu membawa gundu di kantong pakaian kita. Di bawah terik matahari, tidak peduli panas, haus dan lapar, kita bermain gundu yang kita sebut "ngadu". Siapa yang menang kantongnya akan penuh dengan gundu.
Ke sekolah pun kita membawanya, ketika bel istirahat berbunyi kita langsung ngadu gundu. Apalagi setelah pulang sekolah, ganti baju langsung pergi ke lapangan membawa gundu hingga lupa makan dan mandi sore.
Karena begitu senangnya bermain gundu, tidur pun bawa gundu. Ketika bangun yang pertama dicari adalah gundu. Hingga mandi pun ada yang bareng sama gundunya.
Hal itu, wajar. Siapa pun yang melihatnya akan memaklumi, karena masih anak-anak. Anak-anak dunianya adalah bermain. Sehingga normal jika kemana-mana bawa gundu.
Tetapi, akan jadi aneh jika orang dewasa atau sudah lanjut usia kemana-mana bawa gundu, diotaknya hanya ada gundu, tidur dan mandi sama gundu, hingga lupa makan dan istri karena gundu.
Siapa pun pasti akan mengatakan orang tersebut abnormal, tidak waras, gangguan mental, atau masa kecilnya kurang bahagia.
Mengapa demikian?
Karena orang yang sudah dewasa dan lanjut usia pantasnya melakukan sesuatu yang pasti dan bermanfaat untuk kehidupannya.
Maka, wajar jika kita sebut tidak normal orang dewasa dan lanjut usia yang masih sibuk dengan permainan gundu.
Begitu pun kepada orang yang sibuk dengan dunia, kemana-mana yang dibawa hanya dunia saja, sehingga lupa akhirat, wajar jika kita sebut "tidak normal".
Karena hakikat kehidupan dunia ini hanyalah permainan. Ketika wafat tak ada satu pun harta yang kita bawa, kecuali hanya selembar kain kafan.
Allah Swt berfirman :
"Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’รขm/6: 32]
Wallahu'alam
Selamat beraktiftas, sahabat
Semoga setiap pekerjaan kita bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.. Aamiin yaa robbal alamin.
Komentar
Posting Komentar