Kita Adalah Mikrokosmos, Ada Cara Agar Tetap Joss
🐝 *Setetes Madu*
25 Desember 2020/ 10 Jumadil Awal 1442 H
Sahabat, lidah memang tidak bertulang. Bagi orang biasa lidah hanyalah alat pegecap makanan dan minuman. Namun, bagi para pengobat lidah adalah gambaran keadaan tubuh seseorang.
Bagi para pengobat mengamati tubuh manusia sama seperti melihat keadaan alam semesta yang memiliki unsur air, panas, dingin, lembab, dan sistem yang seimbang.
Allah Swt ciptakan alam raya ini dengan seimbang untuk kebaikan manusia. Ada sistem atau aturan yang ditetapkannya. Ketika keluar dari aturannya maka akan terjadi bencana alam.
Contoh, air. Allah Swt membuat aturan untuk air dengan sangat baik. Air laut dijadikannya asin agar air yang jumlahnya 2/3 bumi itu tidak berbau. Jika berbau, bumi menjadi tidak nyaman untuk dihuni manusia.
Asinnya air laut pun berguna untuk menyerap gas racun yang menyebar di udara. Sehingga manusia dapat memperoleh udara yang bersih untuk bernafas.
Adapun air hujan dan sungai dijadikannya tawar agar manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan dapat menggunakannya untuk keberlangsungan hidupnya.
Terutama manusia yang hidupnya tidak bisa jauh dari air, karena 70 % kandungan tubuhnya adalah air dan penciptaannya pun berasal dari setetes air.
Air hujan pun Alloh turunkan dalam bentuk butiran kecil, tidak sekaligus. Bisa kita bayangkan, betapa repotnya manusia jika awan menumpahkan sekaligus semua airnya yang jumlahnya ribuan ton itu.
Itulah alam semesta, baru hanya urusan air, Allah Swt ciptakan dengan aturannya yang terbaik dan seimbang untuk kebaikan alam semesta terkhusus untuk manusia.
Begitu juga tubuh manusia diciptakannya dengan seimbang, jika keluar dari keseimbangannya maka tubuh akan sakit yang pancarannya dapat terlihat pada anggota tubuh bagian luar salah satunya lidah.
Jika alam raya yang Allah Swt ciptakan ini kita sebut sebagai makrokosmos, maka manusia dapat kita sebut sebagai mikrokosmos.
Yang berarti jika pada alam makro Allah Swt membuat aturan, maka pada yang mikro pun ada aturan yang ditetapkannya agar manusia mentaatinya dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan kehidupan manusia itu sendiri.
Jika alam makro keluar dari aturannya, maka akan terjadi bencana. Begitu pun pada alam mikro, jika tidak ikut aturannya akan mengalami bencana, minimal resah, gelisah, penuh masalah, dan selalu merasa kurang walaupun rupiahnya sudah melimpah.
Maka, jika kita ingin selalu joss, hidupnya seimbang sebagaimana matahari dan bulan yang terang, ingin tenang seperti air yang mengalir tenang, ingin bahagia seperti ikan-ikan di samudera, ingin hatinya damai seperti angin yang berhembus sepoi, dan ingin tegar laksana karang di lautan lebar, ikutilah aturan yang Allah Swt tetapkan untuk kita.
"Dan dibumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang yaqin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan!”. (QS. adz-Dzariyat, ayat 20-21).
Wallahu'alam.
Selamat berlibur, sahabat.
Untuk sahabat yang merayakan Natal, rayakanlah dengan tenang sesuai keyakinan Anda.
Semoga Alloh Swt menjadikan kita bangsa yang bersatu, serasi, seimbang, adil, sejahtera, makmur, dan berkah. Aamin yaa robbal alamin.
Komentar
Posting Komentar