Postingan

Kehidupan Bukan Sinetron, Tapi Ada Sutradaranya

Gambar
🐝 Setetes Madu 08 Februari  2021/26 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, bagi orang yang beriman kehidupan ini bukanlah kebetulan apalagi ada dengan sendirinya. Melainkan ada sutradara besar yang menghadirkan dan mengaturnya. Umumnya manusia sering lupa bahkan ada yang seperti tidak tahu bahwa kehidupan ini ada yang merancang, menentukan, mengatur, dan menjaganya. Keadaan mereka mirip penggemar sinetron yang senantiasa memperbincangkan dan mempermasalahkan perilaku para pelakon  dan kejadian di sinetron yang mereka tonton. Bahkan ada yang menghardik pelakon antagonis yang tindak tanduknya tidak sesuai dengan keinginan mereka. Ada juga yang menghinanya dengan sumpah serapah. Padahal itu hanya sinetron, sebuah cerita fiktif, karangan, yang setiap adegannya sudah diatur oleh sutradara. Para pelakon hanya melaksanakan apa yang sutradara tetapkan, arahkan dan perintahkan. Begitu pun dengan kehidupan ini. Ada sutradaranya. Kita hanyalah pelakon yang menerima dan menjalankan apa yan...

Resep Enak Pereda Migren

Gambar
  🐝 *Setetes Madu* 24 Januari 2021/ 10Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, berlibur adalah hal yang sangat dinanti oleh setiap orang. Beragam kegiatan untuk merefresh diri telah dirancang, tetapi ketika migren datang semua hanya menjadi impian dalam penderitaan di hari libur.  Migren adalah sakit kepala yang berasa berdenyut dan umumnya hanya terjadi pada bagian sebelah kepala. Migren merupakan penyakit yang berhubungan dengan saraf yang dapat menimbulkan gejala seperti mual,  muntah, dan sensitif terhadap cahaya dan suara.  Serangan penyakit karena faktor genetik, lingkungan, dan pola hidup itu dapat berlangsung selama beberapa jam atau bisa berhari-hari.  Untuk sahabat yang sering dan sedang mengalami migren, berikut ini ada resep enak untuk mengobati dan meredakan migren :  Pertama, siapkan buah nanas secukupnya, 1 batang seledri, 2 lembar kale, 1/2 buah timun, 1/2 jempol jahe, 1/4 lemon (ambil airnya), dan air secukupnya.  Kedua, setelah dibersihkan blen...

Cemilan Kehidupan Bisa Bikin Stunting Profesionalisme

 🐝 *Setetes Madu* 23 Januari 2021/ 9 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, kita tahu setiap negeri atau daerah mempunyai makanan pokok, seperti di pulau Jawa makanan utamanya adalah nasi.  Orang yang sudah terbiasa makan nasi akan sulit meninggalkannya, bahkan ketika makan menu lain tanpa nasi terasa ada yang kurang dan setelahnya berasa belum makan.  Begitulah, keberadaan makanan pokok pada hidangan menu utama sangatlah penting. Sehingga bisa dikatakan " Apapun lauknya menu utamanya nasi."  Makanan di luar menu utama disebut cemilan yaitu menu kecil atau ringan, dan banyak yang ringan kandungan gizi, nutrisi, dan kalorinya. Bahkan ada yang tidak memiliki kandungan apa pun yang bermanfaat untuk tubuh.  Umumnya, orang yang makannya hanya cemilan adalah  mereka yang ingin mengurangi berat tubuhnya.  Atau karena faktor ekonomi sehingga sehari-harinya hanya mengonsumsi cemilan, sehingga tubuhnya mengalami kekurangan gizi atau stunting yang biasa terjadi pada bali...

Rencana, Eksekusi, Tawakal

 🐝 *Setetes Madu* 22 Januari 2021/ 8 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, suatu hari ada lima orang anak hendak bermain lego. Empat orang berusia 9-11 tahun dan yang satu masih balita. Kelimanya mempunyai rencana, tetapi berbeda hasilnya.  Keempat anak yang masih Sekolah Dasar tersebut sebelum mulai bermain mereka berdiskusi, membuat perencanaan bentuk bangunan yang akan dibuat beserta isinya.  Sementara yang balita tidak terlibat diskusi. Ia langsung mengambil lego yang ada dan merangkainya menjadi objek  yang ada di benaknya.  Tidak butuh waktu lama, si balita sudah memainkan objek yang dibuatnya. Ia bermain mengikuti imajinasinya.  Sedangkan keempat anak usia SD masih asik berdiskusi dan sesekali mereka bersitegang, memperdebatkan rencana-rencana yang mereka kemukakan.  Ketika mereka asik berdiskusi, tetiba si balita menyapa mereka, "Kak lihat deh, legoku sudah jadi!, aku bikin pesawat sama bandaranya juga."  "Yaaa ampun, lihat adek kamu tuhh! udah j...

Safar Membuka Tabir Seseorang

 🐝 *Setetes Madu* 21 Januari 2021/ 7 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, ada beberapa Mahasiswa berbincang dalam angkutan kota. Mereka mengeluhkan perihal temannya ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Mereka mengeluh tentang sifat temannya yang di luar dugaan mereka. Di kelas temannya itu pandai, rajin masuk, baik, ramah, dan berpenampilan selalu rapih.  Karena keadaannya itulah mereka memilihnya untuk bergabung satu kelompok pada kegiatan KKN. Bahkan mengangkatnya sebagai ketua.  Tetapi ketika di lapangan (KKN) teman yang diharapkan dapat membimbing dan bekerjasama dengan mereka itu sangat mengecewakan.  Sifat asli temannya itu terungkap. Dia egois, sulit diajak kerja sama, inginnya unggul sendiri, mudah tersinggung dan marah jika diingatkan.  Singkatnya, dari obrolan mereka yang penulis dengar, mereka baru tahu sifat asli temannya ketika KKN. Kita tahu kegiatan itu bersifat safar atau perjalanan ke suatu tempat.  Mengapa hal tersebut bisa terjadi?...

Mengasah Diri

🐝 *Setetes Madu* 20 Januari 2021/ 6 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, ada cerita sederhana namun kaya makna. Cerita ini fiktif, namun sangat inspiratif.  Di sebuah hutan ada perusahaan kayu yang memiliki lahan luas dan banyak pohon yang siap untuk ditebang.  Perusahaan itu membutuhkan seorang penebang pohon. Setelah membuka lowongan, seorang pekerja pun didapatkan. Namun ia belum memiliki pengalaman bekerja.  Setelah sepakat dengan gaji dan ketentuan kerja lainnya, Manajer perusahaan memberinya sebuah kapak untuk menebang pohon.  Keesokan harinya ia mulai bekerja menebang pohon menggunakan kapak baru dari Manajer perusahaan. Pada hari itu ia berhasil menebang 10 pohon.  Mengetahui itu sang Manajer sangat senang dan memberikan pujian. Si pekerja itu pun bahagia mendapat pujian dari pimpinannya.  Keesokannya, ia kembali bekerja dengan semangat. Namun sayang hasil yang didapat tidak lebih baik dari yang kemarin, ia hanya dapat menebang 7 pohon.  Pada hari be...

Dari Janin Kita Belajar Tentang Rezeki

 🐝 *Setetes Madu* 19 Januari 2021/ 5 Jumadil Akhir 1442 H Sahabat, ayat-ayat kauniyah atau fenomena di alam ini sangat banyak yang bisa kita jadikan pelajaran. Termasuk belajar tentang konsep rezeki dari fenomena janin.  Para orang tua atau guru anak usia dini (PAUD) yang mempelajari tumbuh kembang anak mulai dari kandungan hingga pra sekolah bisa mendapatkan banyak hikmah, salah satunya tentang konsep rezeki.  Bahwasanya Allah Swt sang Maha Pemberi Rezeki benar-benar telah menjamin rezeki setiap hambanya mulai dari pertama diciptakan hingga diwafatkan.  Ketika satu sumber rezeki tertutup, Alloh Arrozaq membuka pintu rezeki yang lainnya.  Tentang itu, seorang ilmuwan muslim ternama yaitu Ibnul Qayyim aljauzi, menjelaskan :  " Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Alloh kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rez...